Saturday, December 15, 2007

Blue Christmas in Paris






Pertama menginjakkan kaki di Paris, teman yang menjemput dengan semangatnya langsung berjanji akan membawa kita untuk menginjakkan kaki di Paris zero point. Katanya kalo menginjakkan kaki di zero point, kita pasti kembali lagi ke Paris. Sesuatu yang kita tertawakan karena mimpi aja nggak akan berani, untuk menginjakkan kaki ke Paris kedua kalinya. Selain itu dibesarkan dengan penuh logika, susah bagi seorang kita untuk percaya yang menurut kita tidak masuk logika. Makanya waktu diantar ke Notre Dame, kita dengan cueknya melewatkan titik nol itu sambil menertawakan orang yang bergantian berdiri dan di foto di atas titik itu. Ketiga kalinya ke Notre Dame, teman itu dengan memaksa menyuruh kita berdiri dan difoto di zero point. Dengan masih tertawa, berdirilah kita di atas titik itu, untuk menghormati pendapat sang teman. Saat mengantarkan kita ke bandara, sang teman juga dengan optimisnya berujar bahwa kami akan bertemu lagi di Paris karena kita sudah menginjakkan kaki di zero point.
Hanya berselang 6 bulan kemudian, kita kembali merasakan ramainya berjejer di jalur metro bawah tanah Paris. Kenikmatan crepes yang selalu membayang kembali lagi kita rasakan. Menelusuri Champs Elysees di malam yang dingin menggigit hanya untuk menyaksikan kelap kelip lampu yang khusus dipasang menyambut Natal. Satu jam yang kita siapkan ternyata molor menjadi 4 jam karena tangan yang begitu gatalnya mengabadikan moment indah ini. Sayang, kali ini kita tidak sempat ke Notre Dame untuk sekali lagi menginjakkan kaki di zero point itu. Paris, keindahannya di Desember ini semakin menobatkan kota ini sebagai the best tourism city in the world.

0 comments: