Bagi seorang "kita" yang menjalani hidup di kampung kecil, membayangkan "Manado" seperti membayangkan suatu dunia yang lain. Dunia yang hanya bisa dikunjungi "mungkin" 4 kali dalam setahun. Dunia yang akhirnya menjadi tempat kita menghembuskan karbondioksida selama bertahun-tahun.
Manado (sebagian menyebutnya Menado, to tell the truth, I hate this pronunciation!). Kota kecil yang semakin bertumbuh karena kemampuannya menarik keingintahuan banyak orang.
Apa yang menarik di Manado?
Pertama: makanan! Makanan mungkin menjadi faktor utama yang selalu menarik bagi siapapun yang mengunjungi Manado. Makanan juga yang selalu menjadi fokus kerinduan setiap Kawanua dimanapun mereka terbang. Kelezatan crepes sepanjang Champs Elysees, pizza di samping Piazza del Popolo, steak sepanjang Volendam, tidak bisa menggantikan lezatnya tinutuan ala Ananas, ikan tude bakar samping Ritzy hotel, kepala ikan Sukur di samping mega mall, es kacang susu dan bakso campur ala Ramah, belum di tambah aneka sate dengan aneka daging sesuai permintaan yang dengan gampang kita temui. Rindu menikmati makanan di Manado? Berikut sedikit panduan.
Keluar dari kompleks Bandar Udara Sam Ratulangi, sekitar 5 menit arahkan pandangan ke kanan, ada rumah makan ikan air tawar yang menarik untuk dinikmati. Selain tempatnya yang di tata terapung, dengan gampangnya kita menikmati ikan air tawar goreng, woku, bakar beserta kangkung cah ataupun sayur pahit. Tidak jauh dari situ, di samping kiri ada rumah makan dengan tawaran yang sama. Lokasinya yang agak ke dalam menjadikan tempat ini strategis untuk "bersembunyi". Sebelum memasuki terminal Paal Dua, di samping kanan ada rumah makan spesial Chinese food (tetap ala Manado) dengan tawaran mie bakso yang menarik. Ingin menikmati makanan kecil? Setelah melewati jembatan, di sudut kanan ada rumah kopi yang menawarkan kue khas seperti panada, lalampa, kopi-kopi, balapis, juga rujak, gohu dan es kacang susu sebagai pelengkap. Tempat yang lebih nyaman? Cafe Ananas di seputaran Tikala bisa menjadi pilihan. Kue basah tradisional seperti lalampa, panada, balapis, pisang kukus, pisang goreng mendampingi penganan international seperti cake lapis, roti dengan berbagai variasi isi, cake coklat, dll. Tidak lupa tinutuan, mie cakalang (kuah dan goreng), bakso, bisa jadi pilihan lain. Tentu saja ditemani es campur ala Ananas, es kelapa muda, es kacang susu dan beberapa jus asli. Pilihan lain? Arahkan kendaraan anda ke Boulevard. Kompleks pertokoan yang terus bertumbuh ini, terus diikuti juga oleh pertumbuhan rumah makan yang siap bersaing. Jejeran rumah makan di belakang pusat pertokoan mengokohkan Manado sebagai pusat makan. Pilihan makanan tradisional, nasional sampai internasional bisa ditemukan di sini. Khusus untuk tradisional, rumah makan kepala ikan Sukur bisa jadi pilihan bagi yang berpantang daging, dan Mashosho bagi yang tidak berpantang. Menu tradisional yang terus bertambah (catatan: ada yang tahu sejak kapan babi tore menjadi menu tradisional?), bisa jadi merupakan pembuktian kemahiran "Tou M" dalam mengolah rasa.
Rindu makanan rumah? Kompleks Pasar 45 bisa jadi pilihan. Lorong kecil di samping jejeran fotokopi akan membawa kita pada jejeran rumah makan tradisional dengan hidangan sate, tude goreng, cakalang fufu goreng, babi kecap, acar, kangkung cah, dll. Bisa juga arahkan langkah ke kompleks Bahu Mall. Di belakang pusat pertokoan ada Defoma yang menawarkan cakalang fufu rabe saus rica, dan rica rodo. Yang benar-benar merindukan suasana makan di rumah, ada pilihan (yang ini karena kenalan, sekalian promosi) di samping Manado Post. Rumah makan kecil yang menyediakan teri saus rica, ikan garam saus rica, brenebon, rica rodo dengan suasana rumah.
Masih kurang? Di lorong samping hotel Quality Boulevard, ada rumah makan yang menyediakan soto rusuk babi. Hmm, yummy! Bagi yang rindu makanan laut bernilai tinggi, arahkan langkah anda di terapung Bahu mall. Di sini segala macam makanan laut bisa jadi pilihan dengan pengolahan Chinese food ala Manado. Tidak lupa pula sebuah restoran di samping Persekolahan Suster (Sam Rat) menawarkan gabungan hidangan laut dan darat.
Tidak akan cukup menuliskan pengalaman menelusuri rumah makan di Kota Manado. Catatan di atas mungkin tidak lebih dari 10 persen dari apa yang ada. Kita yang mungkin semakin lelah mengetikkan rangkaian huruf di laptop ini.
Bagi yang penasaran makanan Manado, silakan klik di sini atau sini juga bisa.
Friday, February 22, 2008
Subscribe to:
Comments (Atom)