

Membayangkan Ibukota Propinsi Sulawesi Utara ini semakin terasa menyesak apalagi di Desember ini. Masih teringat Desember tahun lalu, ketika kita berlomba-lomba dengan sang waktu menikmati Desember di sana. Gema Natal yang telah dimulai sejak tanggal 1 Desember terasa begitu cepat berlalu. Desember sebelumnya juga begitu padat dengan usaha membantu memperindah Pohon Natal di Lapangan Tikala, sampai bersama seorang teman, kita pun memanjat sang pohon yang terbuat dari besi untuk menggantung hiasan Natal yang telah disiapkan. Pengalaman yang cukup mendebarkan karena kita hanya bermodal nekad dan sedikit kecakapan memanjat pohon di masa kecil, jauh di tahun-tahun lampau.
Desember ini, walaupun kesibukan itu tidak lagi kita nikmati, dengan antusiasnya kita menikmati cerita dari teman. Termasuk rencana-rencana dan keindahan yang disiapkan untuk Natal tahun ini. Dengan bangganya juga seorang teman bela-belain mengirimkan foto terbaru karya mereka, sebuah Pohon Natal yang disiapkan di tengah Taman Kesatuan Bangsa yang sedang berbenah. Kita hanya bisa terpaku menatap pohon ini, sambil membayangkan meriahnya acara yang akan digelar di sana yang tidak bisa kita ikuti. Thanks to Ferry buat kiriman fotonya.
No comments:
Post a Comment