Thursday, January 14, 2016

to: You

Hai! Maunya bertanya: how are you today? But .... kalo bisa pasti kamu akan tertawa kemudian menyebutkan doktrin2x yang kita imani yang memberikan larangan untuk mengucapkan pertanyaan itu ke kamu saat ini. Yup! Sudah lebih dari 5 tahun ya? Ups! Jadi bertanya lagi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚. Ok-lah, catatan ini aku tulis karena entah kenapa jadi teringat cerita kita. Mungkin juga karena seminggu lalu facebook kakak kamu tiba2x muncul di wall temanku, dan ingat  aku pernah membandingkan wajah kamu sebagai versi laki2x kakak kamu. Sebenarnya simple, tinggal add friend saja karena diriku dan kakakmu juga pernah sangat dekat, tetapi mungkin diriku yg takut menemukan dirimu di wall-nya sehingga godaan add friend pun terlupakan. Ha3x .... nggak taunya malam nya kamu muncul πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰
Mau tidak mau, cerita kita kembali berputar bagai film hitam putih menari-nari. Masih ingat perdebatan kita tentang grup favorit kita? (Ha3x, jadi bertanya lagi😁😁😁) Kamu yang lagi seru2xnya terlibat dengan kelompok religius (ups, sori) sampe senekad itu mengajak diriku sambil memberikan argumentasi utk membakar kaset dan cd koleksiku. Nggak mungkinlah, masa' diriku harus berpisah dengan JBJ. fyi, sampe hari ini pun diriku masih setia ke dia, dan masih mengingat kamu ketika alunan ".... this 5 words i swear to you, when you breath i wanna be the air for you ..." Yang lebih parah lagi sempat2xnya mencari Fontana de Trevi ketika mengunjungi Roma, cuman untuk membayangkan si Jon menyenandungkan "thank you for loving me". Sesuatu yang pasti akan membuat kamu terbahak-bahak tanpa henti. Sori, rasa2xnya cuman Jon yang mampu memunculkan sisi emosional diriku, yang kalo mengikuti hasil test abal2x di facebook hanya di level 5% (bandingkan dengan level rasional yang di titik 95%).  Ingat jugakah kamu ketika dirimu membiarkan berpuluh2x (nggak sampai 100 kan?) mobil mendahului kita dalam perjalanan pulang ke Manado sehabis menyelesaikan data penelitian di suatu tempat. Ha3x .... perbincangan yg berlangsung sehari penuh tanpa henti, apa belum cukup?
Yang pasti cerita denganmu yang  tak akan terhapus dalam ingatan adalah ketika menghabiskan waktu berhari-hari berdua, siang dan malam di ruangan laboratorium bergaul dengan mikroba yg berlabel keren Aspergillus. Apalagi ketika dirimu diusir keluar dari ruangan kelas kuliahmu hanya karena harumnya fermentasi asam sitrat yg melekat di tubuhmu yang disalahartikan sebagai harum alkohol. Btw, foto yg kamu ambil waktu itu barusan diriku upload ke bukumuka milikku, ha3x, 3 malam tanpa tidur, ternyata tidak berbekas di wajah lelah waktu itu (meminjam komen teman2x fb).
Lanjut .....
To tell the truth, tulisan ini tertuliskan selain alasan di atas juga karena alasan de ja vu 😣😣😣. Banyak cerita kita yg seakan terulang kembali. Seandainya masih bisa, ingin kutanyakan pertanyaan yang tak pernah terucap dulu: "Apakah bagimu pandangan orang lain jauh lebih berarti dari cerita2x kita?" Apakah alasan gengsi dengan sesama teman yang membuat dirimu dulu seakan melabeli diriku sebagai milik pribadi hanya di depan mereka?
Pertanyaan2x itu harusnya terucap ketika dulu bersiap meninggalkan kota kita. Tidak pernah terucap ketika dirimu tak beranjak dari depan komputermu untuk alasan yang sama sekali tidak diriku pahami saat itu.  We were young, full of ambition and (of course) full of egoism. I still believe i am free as a sparrow, not a bird in a cage that you can show to your world. I never promise anything to you just as you never ask anything from me. Mengenalmu adalah salah satu (sori, bukan satu2xnya) hal indah yg pernah ada. Berbincang denganmu (walopun kalo disuruh ingat skrg, yg terlintas di pikiran hanyalah perbincangan kita tentang Jon Bon JoviπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚), adalah waktu2x menyenangkan karena diriku bebas melepas segala ide yang terpikirkan. Ketika menuliskan tulisan inipun, diriku berusaha mengingat perbincangan kita yang seperti tidak putus2xnya saat melewati malam2x berdua menemani si Aspergillus yang lagi bertumbuh. Perbincangan yang sulit diriku lakukan ketika berhadapan dengan gank perempuanku. Tahu sendiri kan gank perempuan yang setia mendampingi diriku selama kuliah paling anti kalo disuruh diskusi politik atau apapun yg katanya bukan urusan perempuan.
Tahukah kamu, jika pertanyaan itu pernah terucap, mungkin jawabanmu akan sangat membantu diriku menghadapi de ja vu saat ini. Ha3x ...... catatan ini terlalu panjang, at the beginning i told you i will not ask anything, but i always ask everything πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„, even i know i will never get an answer from you. Gimana duniamu di sana? Lho kok 😁😁😁; tanya lagi πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„.
btw, cukup sekian .... cuman itu yg ingin diriku tuliskan di sini hari ini.
Btw (again), I did get the answer the reason you didn't want to talk to me that time. To bad, the answer came on the Sunday of your remembering πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘


No comments: