Sunday, November 25, 2007

kita-blessingJourney


kita-blessingJourney, adalah kata yang akhirnya "kita" pilih menjadi nama blog ini. Sebenarnya maunya pake myJourney doang, tapi nggak keterima sama pemilik blogger, terus udah mo ketinggalan penjelasan si Dodo (yang begitu baiknya jadi pengajar kita-kita). Tiba-tiba kata "blessing" lewat di kepala dan dengan cepatnya jari-jari ini mengetikkan kata tersebut dan secepat itu pula diterima sama si blogger.
Nggak tahu kenapa, cuman kebetulan ato memang harus begitu "myJourney" become "kita-blessingJourney". Malam ini, terbayang lagi perjalanan pertama meninggalkan tanah Toar Lumimuut, bertahun lampau. My journey become a "blessing in disguise" journey. Gangguan pesawat (yang sampe 3 kali turun naik sebelum take off) menyebabkan "kita" berkenalan dengan seorang "agamawan" yang akhirnya mengajak "kita" keliling daerah baru, dan dari beliaulah kata "blessing in disguise" ini tercetus (ceritanya nanti di lain waktu). Kenikmatan menjelajah ini kemudian memacu adrenalinku untuk mengembangkan sayap lebih lagi, mencoba belantara Jakarta yang katanya ganas, apalagi bagi seorang "kita".
Jakarta? Ternyata tidak sesulit tanah kelahiran "kita"! Selama menghirup asap Jakarta, tanyakan pada "kita" transportasi jenis apa yang belum pernah "kita" naiki. Bus adalah pilihan utama dan ojek sepeda adalah pilihan terakhir. Ha...ha..ha..., masih juga terbayang nongkrong di belakang tukang ojek sepeda, terjebak di tengah kemacetan Beos saat jam pulang kantor. Ojek motor? Why not! Tahun lalu, di tengah kemacetan Jakarta, "kita" menerobos Sudirman di belakang tukang ojek motor, sambil dengan seerat-eratnya memegang tas yang berisi duit cash 40 juta. Nggak kebayang kalo saat itu diprit Polisi.
Tahun lalu, seorang anak berusia 6 tahun dengan mata terbelalak kaget bertanya pada "kita": "tidak punya pasport? umur segitu?" Aneh bagi seorang anak kecil berumur 6 tahun yang punya pasport sendiri melihat seseorang yang sangat jauh di atas umurnya belum pernah memegang yang namanya pasport. Tapi bukan sesuatu yang aneh bagi "kita" yang bermimpi pun tidak untuk bisa menginjakkan kaki di yang namanya luar negeri. Mimpi yang berwujud hanya sebulan dari percakapan itu. Sekali menginjakkan kaki di negeri tetangga yang tidak serumit Jakarta dan kali berikutnya harus bertanggung jawab pada suatu rombongan berjumlah lebih dari 80 orang, diikuti rombongan kecil lainnya.
Tahun ini, anak kecil yang sama yang telah bertambah umurnya kembali menatap "kita" dengan mata terbelalak kaget, "2 tahun tinggal di sana? Ruci!" Sama dengan "kita", dia juga merindukan saat-saat indah menikmati dinginnya Eropa, lezatnya "crepes" di Trocadero dan nikmatnya es krim di sepanjang Volendam, yang pernah sama-sama kami jelajahi.
Saat menulis posting ini (mulanya sih cuman buat penuhin blog, karena udah "ditagih" sama gurunya, sabar MasBoi!), di pelupuk mata menari-nari my blessing journey. Blessing journey dari sudut Minahasa, berkali-kali membelah ombak (sampai-sampai "kita" tahu tempat terbaik di dek kapal selama 5 hari perjalanan) dan awan, terkurunglah "kita" di sini, dalam ruang kecil di lantai 2 sebuah asrama. kita-blessingJourney masih akan panjang. Pemilihan foto untuk catatan ini didasari beberapa hal, my first journey from Minahasa (kita menganggap itu maju ke medan laga makanya "kita" wakili dengan gambar teman-teman yang pake baju Kabasaran, tarian perang Minahasa, thanks to Denny cs) pada catatan di atas adalah menuju Maluku (kebetulan ada Nyong Ambon yang mau "kita" ambil gambarnya). Enjoy my blog.


No comments: