Perempuan Minahasa bisa diibaratkan seperti diamond. Diamond adalah arang dengan susunan atom karbon yang berbeda. Seperti diamond yang nilainya ditentukan oleh kelenturan jari-jari pemotongnya, demikian juga nilai seorang perempuan Minahasa ditentukan oleh lingkungan sekitarnya. Jangan salahkan perempuan-perempuan Minahasa yang memenuhi pub-pub di Batam, Papua, Jakarta atau dimanapun mereka dibutuhkan, jika yang menjadi bukti kesuksesan bagi sebagian orang Minahasa hanyalah seberapa banyak duit yang dikirim ke kampung, seberapa besar sumbangan yang dibacakan tiap Minggu di Gereja dan seberapa besar rumah yang dibangun. Mengubah arang menjadi diamond yang coba dilakukan para ilmuwan tidaklah segampang mengubah image "for sale" perempuan Minahasa. Dibutuhkan suhu, tekanan, kepadatan yang spesifik (yang sampai saat ini tidak bisa didapat) untuk merubah arang menjadi diamond, sedangkan yang dibutuhkan untuk merubah image perempuan Minahasa hanyalah kemauan lingkungan sekitarnya (baca: sebagian orang Minahasa) untuk mau berubah.
kita yang masih prihatin.
No comments:
Post a Comment